Growing Pains (oneshoot)

growing

 

Tittle : Growing Pains

Genre : Hurt

Lenght: Oneshoot

Cast : Cho Kyu Hyun & Han Yong Sang

Author : Riska Adetria

 

Growing Pains-

“Cintaku tak akan hilang hanya karena kau pergi…”

 

Ffusion Coffe Shop,

16.45 pm.

 

            “Semua ini salahku, maaf…” desis pria itu dari bibir tipisnya. Kalimat sederhana yang akhirnya bisa ia ucapkan setelah kebisuan yang terjadi selama kurang lebih 15 menit terakhir. Tepat sejak ia duduk dikursi yang saat ini ia duduki dan berhadapan dengan gadis yang entah sejak kapan ia merasa canggung hanya untuk menyebut namanya.

 

“Berhenti meminta maaf, Kyu Hyun,” ucap gadis itu pelan, namun terdengar sangat yakin. Mata bulat gadis itu bergerak menatap pria dihadapannya. Melepaskan jendela besar disamping tubuhnya yang sedari tadi menjadi pusat perhatiannya. Gadis itu terpaku beberapa detik atas apa yang ia lihat kini. Sejak dirinya memutuskan untuk memenuhi permintaan pria itu untuk menemuinya, ia baru kali ini memberanikan diri untuk menatap pria rupawan itu. Ia bukan tidak menyadari kehadiran pria itu, bahkan gadis itu sudah melihat siluet pria ini semenjak ia memasuki Kafe ini. Tapi entah, melihat pemandangan diluar dari balik kaca besar disamping kiri tubuhnya menjadi pilihan yang ia pilih dibandingkan dengan melihat pria itu.

 

“Kenapa keadaannya seburuk ini? Ya tuhan, apa yang terjadi dengannya,” batin gadis itu. Hatinya berteriak meronta kala melihat pria yang selama ini menjadi nafasnya terlihat begitu buruk. Pria itu, Cho Kyu Hyun. Pria tampan dengan sejuta pesonanya. Kenapa ia bisa terlihat seburuk itu? Wajahnya yang selalu terlihat bersinar kini tampak redup dan rapuh, matanya yang tajam dan mampu memikat siapa saja kini tampak sayu, dan apa itu yang berada dibawah matanya? Sejak kapan ia punya kantung mata? Bahkan pipinya tampak tirus. Sangat jauh berbeda saat terakhir ia melihat pria itu.

 

Tangan gadis itu terkepal kuat dibawah meja, hatinya mencelos melihat keadaan pria itu, pria yang begitu ia cintai. Mata gadis itu bergerak liar, mengalihkan pandangannya dari mata tajam yang sedari tadi menguncinya. Ia yakin, jika ia bertahan sedikit lebih lama lagi untuk menatap mata itu, air matanya pasti tidak akan bisa ia tahan lagi. Ia tidak boleh menangis sekarang, tidak boleh. Ia harus bisa terlihat kuat didepan Kyu Hyun, meyakinkan pria itu bahwa dirinya baik-baik saja. Meskipun kenyataannya jauh berbanding balik.

 

“Bukankah sudah kukatakan, ini semua bukan salahmu. Aku tidak menganggapmu bersalah, dan kau tidak dalam posisi yang kusalahakan. Jadi, berhentilah menyalahkan dirimu, Kyu Hyun,” lanjut gadis itu setelah berhasil menata kembali hatinya. Ia tidak boleh serapuh kenyataannya. Setidaknya, dihadapan pria itu.

 

“Tapi pada kenyataannya, ini semua memang salahku, Yong Sang-ah,” balas pria itu parau.

 

“Kau juga berhentilah bersikap seperti ini, berpura-pura baik-baik saja padahal kenyataannya tidak. Dan juga, berhenti meyakinkan kita berdua bahwa ini semua bukan salahku. Ini hanya akan membuat kita semakin sulit, Yong Sang-ah,

 

Han Yong Sang, gadis itu menunduk dan menggigit bibirnya. Masih berusaha menahan tangis yang bisa pecah kapan saja. Sekeras apapun usahanya untuk terlihat baik-baik saja, pada kenyataannya ia tidak pernah bisa berbohong pada pria itu.

 

“Seandainya saat itu aku tidak membiarkan emosi menguasaiku, aku tidak akan nekad menabrak gadis sialan itu. Dia tidak akan mengalami kelumpuhan yang mengakibatkan keluarganya memaksaku untuk bertanggung jawab dengan menikahi wanita itu. Dan kita tidak akan berada dalam posisi saat ini, dimana kita harus terpisah karena kesalahan yang sudah kulakukan. Seandainya… seandainya aku bisa memutar waktu, aku-“

 

“Percuma menyesal, manusia tidak hidup dimasa lalu, Kyu Hyun-ah,” potong Yong Sang cepat, berusaha menghentikan ucapan Kyu Hyun yang Yong Sang tahu bahwa pria itu tidak akan sanggup melanjutkannya. Sudah cukup Yong Sang melihat Kyu Hyun menderita, ia tidak bisa membiarkan pria itu bertambah sakit.

 

Meskipun pada dasarnya ia menyayangkan pilihan Kyu Hyun saat itu. Kenapa pria itu bisa seemosional itu. Park Hyo Jin, gadis yang begitu terobsesi pada Kyu Hyun. Ia sangat bernafsu untuk memiliki Kyu Hyun, ia bukanlah orang asing dalam hidup Kyu Hyun, ia merupakan teman semasa kecil Kyu Hyun yang telah terpisah belasan tahun. Hingga pada saat ia kembali bertemu dengan Kyu Hyun, ia sakit hati karena pria yang begitu ia cintai sejak kecil ternyata sudah bertunangan. Awalnya Kyu Hyun senang karena bisa bertemu kembali dengan Hyo Jin, tapi tiba-tiba Hyojin mengakui perasaannya, Kyu Hyun terkejut dan dengan terang-terangan menolak Hyo Jin karena ia telah mencintai gadis lain, Han Yong Sang.

 

Sejak saat itulah, Hyo Jin bersumpah untuk melakukan apa saja agar Kyu Hyun menjadi miliknya. Ia selalu mengikuti Kyu Hyun kemanapun, selalu mencoba menghancurkan hubungannya dengan Yong Sang. Hingga pada akhirnya Kyu Hyun benar-benar telah dipuncak kesabarannya. Saat itu terjadi pertengkaran besar antara Kyu Hyun dan Hyo Jin. Kyu Hyun yang meminta Hyo Jin untuk pergi dari hidupnya dan Hyo Jin yang bersikeras tidak akan pernah pergi. Kyu Hyun muak dan memilih untuk pergi, ia memasuki mobilnya, tapi Hyo Jin menghalangi Kyu Hyun agar ia tidak pergi. Hyo Jin berdiri dihadapan mobil Kyu Hyun. Ia mengatakan, “Jika kau tidak bisa menjadi milikku, lebih baik bunuh saja aku!” Kyu Hyun terbakar emosi dan memilih menginjak gas sekuat mungkin sehingga menghantam tubuh Hyo Jin.

 

Mobil itu menghantam kedua kaki Hyo Jin dengan keras, sehingga mengakibatkan kedua kakinya lumpuh. Keluarga Hyo Jin mengancam akan memenjarakan Kyu Hyun, tapi Hyo Jin melarangnya dan meminta keluarganya agar Kyu Hyun menikaninya.

 

Sementara Kyu Hyun? Saat itu ia bersikeras tidak ingin menikah dengan gadis yang begitu ia benci, ia lebih memilih dipenjara dari pada harus menikahi gadis lain dan menyakiti Yong Sang. Tapi semua ini karena Yong Sang, karena permintaan gadis itu. Yong Sang memohon pada Kyu Hyun agar ia bersedia untuk menikah dengan Hyo Jin. Bukan karena Yong Sang melepaskan Kyu Hyun karena ia sudah tidak mencintai pria itu, tidak sama sekali. Tapi karena Yong Sang tidak akan bisa melihat Kyu Hyun dipenjara, tidak bisa.

 

“Apa yang harus aku lakukan, Yong Sang-ah?”

 

“Tujuanmu sudah jelas, Kyu Hyun. Menikah dengannya, dan hiduplah dengan baik. Sementara aku? Apa yang harus aku lakukan? Memulai semuanya dengan orang lain dan melukainya karena aku menganggapnya sebagai dirimu, atau selamanya hidup dengan semua kenangan tentangmu yang serasa mencekikku? Mana? Mana yang harus aku pilih?”

 

“Yong Sang-ah,” desis Kyu Hyun. Tangannya bergerak untuk menghapus air mata Yong Sang, tapi berhenti saat tiba-tiba Yong Sang bergerak cepat dan menghapus air matanya sendiri. Ternyata hanya sampai disini ia mampu bertahan, pada akhirnya tangisnya pecah.

 

“Yang perlu kau tahu, aku tidak pernah menyalahkanmu, Kyu Hyun-ah. Takdir, takdir lah yang tidak mengizinkan kita untuk bersama. Ia dengan kejamnya meleburkan rencana masa depan indah kita hingga hancur tak tersisa. Tapi meskipun begitu, itu tidak akan membuatku membenci takdir selama hidupku. Bukankah manusia hanya mampu berencana? Selebihnya, hanya takdir lah yang bergerak atas ijin Tuhan. Aku cukup merasa bahagia dengan bisa memilikimu, meskipun tidak selamanya,”

 

“Meskipun aku tidak lagi berada disisimu, percayalah padaku, cintaku selamanya milikmu. Hanya milikmu, Yong Sang-ah,”

 

Yong Sang mengangguk yakin. Sungguh, ia percaya sepenuhnya pada pria nya itu.

 

“Yong Sang-ah, bolehkah aku… memelukmu?” ucap Kyu Hyun ragu, Yong Sang kembali mengangguk. Bersamaan dengan jatuhnya air matanya.

 

Kyu Hyun bergerak mendekati Yong Sang, tanpa basa basi, ia langsung memeluk Yong Sang dengan erat. Kyu Hyun takut, jika pelukan ini akan menjadi pelukan terakhir antara mereka berdua. Sementara Yong Sang, ia menangis keras dan menyembunyikan kepalanya didada Kyu Hyun. Tangannya mengepal dan meremas kemeja Kyu Hyun dengan kuat. Ia berusaha sebisa mungkin menghirup aroma Kyu Hyun, ia harus menyimpan dan mengingatnya baik-baik.

 

“Inikah akhirnya? Akhir dari kisah kita?” racau Yong Sang dalam tangisnya. Kyu Hyun tidak menjawabnya, ia lebih memilih mengeratkan pelukannya.

 

“Aku akan selalu mencintaimu…”

 

 

***

 

To : My Life, Cho Kyu Hyun ❤

            “Selamat malam, Kyu Hyun-ah, apa yang sedang kau lakukan?”

Send.

 

Pesan itu terkirim. Kembali diletakkannya ponsel putih itu diatas meja. Karena seperti biasanya, sesering apapun ia mengirim pesan pada pria itu, ia tidak akan pernah mendapatkan balasan. Ia telah bersama orang lain.

 

Yong Sang berjalan keluar balkon kamarnya, ia menengadahkan kepalanya. Melihat langit yang bertabur bintang. Bintang yang sangat banyak hingga dimata Yong Sang bintang-bintang itu berkumpul dan membentuk sebuah rasi wajah, wajah seseorang yang begitu dirindukannya.

 

Yong Sang merindukannya, dan akan selalu merindukannya. Bagaimana kabar pria itu? Bagaimana keadaannya? Apa yang sedang ia lakukan? Apakah ia makan dengan baik? Apa ia tidur dengan nyenyak? Bagaimana caranya menjalani hidup? Semua itu hanya bisa menjadi pertanyaannya, pertanyaan yang tidak pernah mendapat jawaban.

 

“Selamanya hidup dengan semua kenangan tentangmu yang serasa mencekikku, itulah pilihan yang aku ambil, Kyu Hyun,”

 

Matanya terpejam, bersamaan dengan terbitnya senyuman indah diwajahnya. Dan juga, air matanya yang kembali menetes.

 

“Selamanya… aku akan selalu mencintaimu.”

 

 

-END-

Annyeong readers, aku kembali buka akun blog ini setelah 3 tahun lamanya *woaaaah* entah kenapa baru sekarang bisa ngeblog lagi, selama ini disibukkan dengan rutinitas kerja plus kuliah juga tapi gak membuat hobi nulis ini hilang kok hahaaa insyaallah setelah ini bakal sering sering post ff disini. ohyah ff Growing Pains ini udah pernah aku share yaah di fp Super Junior Funfiction jadi jangan aneh klo ngerasa udah pernah baca, untuk awal aku bakal share ff ff yang dulu pernah aku share dimedsos yaaaah wkwk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s